Bisnis.com, JAKARTA- Penghiliran sawit bisa meluas, seperti pemanfaatan tandan kosong yang diolah menjadi barang bernilai seperti helm, tas, alas kaki hingga rompi.
Hal itu sebagaimana dilakukan PT Intertisi Material Maju (IMM) yang berlokasi di Bubulak, Bogor, Jawa Barat. Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan material padat hasil sampingan dari proses pengolahan minyak sawit.
Kepala Riset and Development PT IMM Dr Siti Nikmatin mengatakan bahwa selama ini, TKKS dikumpulkan di area sekitar pabrik yang digunakan sebagai pupuk.
“Pada prinsipnya TKKS di pabrik sawit sangat melimpah untuk menjadi bahan baku produk bernilai tambah tinggi. Dua hari lalu saya ditelpon pabrik sawit di Kalimantan Barat dengan kapasitas 60 ton per jam yang meminta dukungan solusi pengolahan di pabrik sawit mereka,” ujar Siti pada rangkaian momen Workshop yang diadakan BPDP dan Majalah Sawit, dikutip dari siaran pers, Sabtu (22/2/2025).
Siti yang juga pengajar IPB university) mengatakan telah mengembanglan inovasi dengan membuat helm berbahan baku tambahan dari serat TKKS. Risetnya sendiri mulai 2015 yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (sekarang BPDP).
Dia mengungkapkan material TKKS dapat diolah menjadi serat dengan berbagai macam ukuran yaitu panjang, pendek, mikro dan nano. Serat ini menjadi bahan baku filler (penguat) polimer ABS dalam pembuatan helm.
Baca Juga
“Serat di dalam helm berfungsi untuk menyerap tumbukan ketika terjadi insiden kecelakaan. Jadi energi yang muncul dari tumbukan ini tidak langsung mengenai kepala pengguna, melainkan dapat diserap serat terlebih dahulu,” jelasnya.
Produk helm sawit merupakan green composit yang telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan memiliki hak paten.
Siti mengatakan, IPB University sendiri mendorong setiap hasil risetnya diwujudkan sampai ke produk hilir agar bisa dikomersalisasikan.
“Maka lahirlah PT Interisti Material Maju untuk mengkomersialkan produk helm, rompi, dan lainnya,” ujar Siti Nikmatin.
CEO PT Interisti Material Maju, Andika Kristinawati mengatakan helm sawit telah terjual lebih dari 5.000 unit semenjak 2017 di seluruh wilayah Indonesia.
“Keunggulan helm ini termasuk produk bio composite serta berpenguat serat alam. Selain itu, juga berkontribusi dalam pengurangan limbah dan hasil ujinya lebih bisa meredam benturan,” kata Andika menjelaskan keunggulan helm GC ini.
Saat ini, masih banyak inovasi yang dilakukan peneliti IPB yang sudah berwujud seperti rompi antipeluru, benang pilin, hingga filter air conditioner (AC) mobil.