Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Toyota (TMMIN) Buka Suara Soal Dampak Tarif Trump ke RI

Toyota (TMMIN) buka suara terkait dengan dampak tarif Trump untuk Indonesia.
Toyota Crown Hybrid dipamerkan di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (22/11/2024) - Bisnis/Rizqi Rajendra.
Toyota Crown Hybrid dipamerkan di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (22/11/2024) - Bisnis/Rizqi Rajendra.

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) buka suara soal dampak kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengenakan tarif impor 32% untuk Indonesia.

Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam mengatakan kebijakan itu akan berdampak langsung terhadap ekspor sejumlah komoditas, seperti tekstil, sepatu, produk pertanian, perkebunan dan perikanan, serta mesin peralatan. 

Menurutnya, hal itu akan menyebabkan kenaikan harga dan pasti akan mempengaruhi permintaan konsumen di AS. Kendati demikian, menurut Bob dampak tarif tersebut terhadap industri otomotif tidak signifikan.

"Kami ada ekspor komponen ke AS tetapi jumlahnya tidak signifikan," ujar Bob kepada Bisnis dikutip Jumat (4/4/2025). 

Lebih lanjut, dia mengatakan banyak negara saat ini berupaya mengembangkan pasar dalam negeri agar merangsang daya beli masyarakat, serta meningkatkan kerja sama bilateral.

"Indonesia bisa lebih perhatian terhadap kerja sama di pasar Asean dan bisa memimpin Asean untuk kerja sama dengan kawasan lain seperti kerja sama negara Selatan dan juga BRICS," katanya.

Selain itu, menurutnya Indonesia juga perlu mengembangkan diplomasi perdagangan dengan AS, mengingat Indonesia surplus perdagangan cukup besar dengan Amerika Serikat.

Sebagai informasi, pada Januari-Februari 2025, AS menjadi kontributor terbesar surplus perdagangan Indonesia mencapai US$3,1 miliar. Pengenaan tarif ini berpotensi mempengaruhi kinerja ekspor produk Indonesia di pasar AS. 

Adapun, TMMIN memproyeksikan kinerja ekspor mobil tembus 3 juta unit pada 2025. Model hybrid seperti Kijang Innova Zenix dan Yaris Cross HEV masih menjadi andalan.

Bob mengatakan, secara kumulatif kinerja ekspor Toyota sudah tembus 2,8 juta unit. Artinya, perseroan perlu mengejar angka ekspor sebanyak 200.000 unit lagi untuk mencapai target tersebut.

"Mudah-mudahan tahun ini kami akan mencapai 3 juta ekspor, kami berharap nanti bisa ada seremoninya," pungkasnya.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2024, Grup Astra Toyota dan Daihatsu mengekspor mobil sebanyak 276.865 unit. Angka itu turun 6,20% secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode 2023 sebanyak 295.172 unit.

Sementara itu, ekspor mobil hybrid Toyota, termasuk Innova Zenix dan Yaris Cross Hybrid Electric Vehicle (HEV) tembus 18.553 unit pada 2024. Angka ini naik 111% dibandingkan pencapaian 2023 sebesar 8.792 unit.

Kedua varian kendaraan elektrifikasi yang diproduksi di Pabrik TMMIN Karawang Plant 1 ini semakin diminati konsumen global di negara-negara kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper