Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Food Estate Merauke Andalan Prabowo, Menko Zulkifli Klaim Butuh 7 Tahun Baru Bisa Dimanfaatkan

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut pengembangan lumbung pangan di Merauke baru dapat dimanfaatkan dalam 7 tahun mendatang
Presiden Prabowo Subianto meninjau proses tanam dan panen padi di Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Minggu (3/11/2024). ANTARAFOTO
Presiden Prabowo Subianto meninjau proses tanam dan panen padi di Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Minggu (3/11/2024). ANTARAFOTO

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut pengembangan lumbung pangan atau food estate di Merauke baru dapat dimanfaatkan pada 7 tahun mendatang.

Kendati membutuhkan waktu yang panjang, Zulhas menyebut pembangunan food estate perlu dilanjutkan mengingat saat ini secara nasional banyak sawah yang beralih fungsi menjadi kawasan industri hingga perumahan.

“Yang [sumber pertanian] baru harus kita kembangkan, tetapi butuh waktu yang lama. Paling cepat 5 tahun, mungkin 7 tahun paling cepat. Jadi untuk membangun baru, memang harus kita lakukan,” jelasnya dalam agenda CNBC Economic Outlook 2025, Rabu (26/2/2025).

Zulhas menyebut, saat ini pihaknya tengah melakukan kolaborasi dengan sejumlah Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait untuk memantapkan ekosistem di kawasan lumbung pangan Merauke. Dia merinci, progres pegembangan kawasan food estate itu tengah dalam tahap pengadaan irigasi, jalan, hingga pengembangan SDM.

Adapun nantinya, pemerintah berencana melakukan pengembangan kawasan pertanian hingga 2 juta lahan di Merauke. 

“Sekarang Mentan lagi di Wanam, lagi di Merauke, di sana besar sekali. Merauke itu satu kabupaten, mungkin lebih luas di Pulau Jawa, akan dikembangkan 1 sampai 2 juta lahan pertanian. Kemudian [nanti akan dikembangkan juga] di Kelimantan Tengah, Kelimantan Timur, dan daerah lain,” pungkasnya.

Sebelumnya, Zulhas menuturkan pemerintah tengah mengembangkan pertanian baru di Merauke dengan target awal lebih dari 600.000 hektare (ha) perkebunan tebu. Serta, hampir 1 juta ha sawah di Merauke.

Selain itu, Zulhas juga menyampaikan bahwa ada beberapa lokasi sawah eksisting yang belum dikelola dengan baik. Untuk wilayah ini, kata dia, pemerintah akan melakukan optimalisasi lahan (oplah). 

Terlebih, mantan Menteri Perdagangan 2022-2024 itu juga menyebut lahan di Pulau Jawa sudah tidak bisa lagi diperluas. 

“Oleh karena itu kita coba membentangkan Indonesia, kita membagi dalam bentuk zonasi,” ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Alifian Asmaaysi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper