Bisnis.com, JAKARTA - Harga batu bara acuan (HBA) pada periode pertama April 2025 bergerak bervariatif.
HBA terbaru ditetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia lewat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 101.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan Untuk Periode Pertama Bulan April 2025.
Berdasarkan keputusan tersebut, HBA untuk batu bara kalori tinggi dalam kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR pada periode pertama April 2025 naik menjadi US$123,32 per ton. Pada periode kedua Maret 2025 HBA kalori ini berada di level US$117,76 per ton.
Berbanding terbalik, HBA untuk batu bara nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR kembali melanjutkan pelemahan awal April ini. HBA jenis batu bara ini dipatok US$78,4 per ton, turun dibandingkan periode kedua Maret 2025 senilai US$80,7 per ton.
Untuk batu bara dengan kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, HBA dipatok sebesar US$49,54 per ton. Menguat tipis dibandingkan harga acuan akhir Maret 2025 di angka US$49,44 per ton.
Sementara itu, HBA batu bara dengan kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR kembali melemah ke level US$32,71 per ton. Harga acuan itu turun dari posisi periode kedua Maret 2025 di angka US$33,71 per ton
Baca Juga
HBA April 2025 periode pertama juga digunakan sebagai dasar perhitungan harga patokan batu bara (HPB) bulan ini.
Selain HBA, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menetapkan harga mineral acuan (HMA) berbagai komoditas mineral periode pertama April 2025.
HMA nikel dipatok US$16.126,33/dmt, menguat dibandingkan periode kedua Maret 2025 sebesar US$15.534,62/dmt.
Kemudian, HMA aluminium juga menguat ke US$2.687,27/dmt. Lalu, tembaga naik menjadi US$9.763,87/dmt, kobalt naik menjadi US$31.390/dmt, dan emas naik menjadi US$2.973,68/troy ounce.
Melalui Kepmen ESDM Nomor 80.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan, HBA dan HMA akan terbit sebanyak dua kali dalam 1 bulan, yakni setiap tanggal 1 dan 15.