Bisnis.com, JAKARTA - Uni Eropa berjanji untuk membalas kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang baru diumumkan pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat.
Trump mengumumkan tarif sebesar 20% untuk Uni Eropa, yang akan berlaku mulai 9 April. Dalam pernyataanya, Trump menyebut bahwa 27 negara anggota "merampok kita" dan menyebutnya "menyedihkan."
Dia juga mengumumkan bea masuk yang berbeda untuk negara-negara tertentu, termasuk tarif yang jauh di atas 50% untuk China.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, pengumuman Trump merupakan pukulan telak bagi ekonomi dunia.
"Kami tengah mempersiapkan tindakan balasan lebih lanjut untuk melindungi kepentingan dan bisnis kami jika negosiasi gagal." kata von der Leyen dalam pidato video pada Kamis (3/4/2025) dikutip dari Bloomberg.
Tarif timbal balik yang disebut Trump dimaksudkan untuk menargetkan semua hambatan perdagangan yang dihadapi ekspor AS di luar negeri, seperti bea masuk, peraturan dalam negeri, dan pajak.
Von der Leyen sebelumnya mengatakan bahwa UE "memegang banyak kartu," termasuk tarif pembalasan dan menargetkan perusahaan jasa dan teknologi Amerika.
Langkah-langkah Amerika mengancam akan menghapus sebagian besar ekspansi zona euro yang diramalkan Bank Sentral Eropa untuk tahun ini dan tahun depan. Dampaknya terhadap inflasi kurang jelas, yang membuat pejabat ECB tidak berkomitmen terhadap hasil apa pun dari pertemuan kebijakan berikutnya pada tanggal 17 April.
Langkah-langkah AS terbaru muncul setelah Trump mengumumkan tarif impor sebesar 25% untuk baja dan aluminium serta mobil dan beberapa suku cadang mobil.
Uni Eropa mengumumkan serangkaian tindakan balasan hingga €26 miliar ($28,1 miliar) sebagai tanggapan terhadap bea masuk logam, yang diharapkan mulai berlaku pada pertengahan April. Trump mengatakan akan mengumumkan bea masuk sektoral lainnya pada produk-produk termasuk kayu, barang-barang farmasi, dan semikonduktor.
Trump mengancam akan mengenakan tarif 200% pada produk wine, sampanye, dan minuman beralkohol lainnya dari Eropa jika UE melanjutkan pengenaan tarif pada ekspor wiski Amerika yang saat ini jatuh tempo pada tanggal 14 April.
Prancis dan negara-negara lain telah meminta Komisi Eropa untuk mempertimbangkan penerapan instrumen anti-paksaan atau anti coercion instrument (ACI).
ACI merupakan alat perdagangan UE yang paling kuat, yang dirancang untuk menyerang balik negara-negara yang menggunakan tindakan perdagangan dan ekonomi secara paksa.
Instrumen tersebut belum pernah diterapkan sebelumnya dan dapat menyebabkan pembatasan pada perdagangan dan jasa serta hak kekayaan intelektual tertentu, investasi langsung asing, dan akses ke pengadaan publik.
Para menteri perdagangan Uni Eropa akan bertemu pada tanggal 7 April untuk membahas langkah-langkah AS dan tanggapan Uni Eropa.
Von der Leyen telah menjanjikan tanggapan yang tegas dan proporsional terhadap tarif tersebut, tetapi juga telah mengindikasikan bahwa Uni Eropa lebih memilih untuk menghindari konfrontasi dan menemukan solusi yang dinegosiasikan dalam beberapa minggu mendatang.
Berbicara setelah pengumuman Trump, Menteri keuangan AS, Scott Bessent mendesak negara-negara lain untuk tidak melawan.
"Saya tidak akan mencoba untuk membalas. Selama Anda tidak membalas, ini adalah angka tertinggi," kata Bessent.
Komisi Eropa tengah menyusun "term sheet" berisi kemungkinan konsesi yang dapat diberikan kepada AS untuk membantu mencapai penyelesaian guna menghapus atau mengurangi bea masuk. Term sheet akan menetapkan area untuk negosiasi tarif, investasi bersama dengan AS, serta pelonggaran regulasi dan standar tertentu.
Kepala perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, melakukan perjalanan ke Washington minggu lalu untuk membahas masalah perdagangan dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, dan Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett.
Sefcovic tidak berhasil menghentikan tarif baru tersebut, tetapi mereka mulai memetakan kontur kesepakatan potensial untuk mengurangi bea masuk.
Isu-isu nontarif seperti pajak pertambahan nilai, pajak digital, dan sejumlah regulasi serta standar pangan Uni Eropa menjadi sorotan utama selama pembicaraan di Washington. Uni Eropa menyatakan bahwa PPN-nya adalah pajak yang adil dan tidak diskriminatif yang berlaku sama untuk barang-barang domestik dan impor.
Pemerintahan Trump telah memfokuskan serangannya pada hambatan yang tidak adil bagi produk-produk Amerika yang diyakini AS berkontribusi terhadap ketidakseimbangan transatlantik yang menguntungkan Eropa. Uni Eropa juga mengemukakan kemungkinan pembelian gas alam cair dan produk-produk terkait pertahanan tambahan.
Pejabat-pejabat Eropa telah menekankan bahwa meskipun UE memiliki surplus perdagangan barang dengan AS, blok yang beranggotakan 27 negara itu mengimpor banyak layanan Amerika mulai dari situs-situs e-commerce dan media sosial hingga mesin pencari Internet.
Komisi Eropa menyebut, impor layanan itu merupakan bagian dari industri Big Tech AS yang baru-baru ini menjalin hubungan dekat dengan Trump dan lingkaran penasihatnya. Adapun, data Komisi Eropa mencatat, perusahaan-perusahaan UE dan AS memiliki investasi senilai lebih dari €5 triliun ($5,4 triliun) di pasar masing-masing.