Bisnis.com, JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mencatat peningkatan volume lalu lintas menuju Jakarta via Jalan Tol Layang Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) pada arus balik Lebaran 2025.
GM Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC), Desti Anggraeni menuturkan bahwa peningkatan volume lalin menuju Jakarta di Tol MBZ mulai terlihat pada H+1 Lebaran 2025, tepatnya pada Selasa (1/4/2025).
"PT JJC selaku pengelola Ruas Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) mencatat sebanyak 47.465 kendaraan [pada H+1 Lebaran]," jelas Desti dalam keterangan resmi, Jumat (4/3/2025).
Adapun, total volume lalin yang melintas di Tol MBZ tersebut meningkat sebesar 122,13% jika dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 21,368 kendaraan.
Desti menyebut, pihaknya juga telah mencatat pada periode H-10 hingga H+1 Idulfitri 1446 H/2025, volume kendaraan yang datang dari arah Cikampek menuju Jakarta melewati Ruas Jalan Layang MBZ sebanyak 365.154 kendaraan atau naik sebesar 8,61% dari lalu lintas normal sebanyak 336.202 kendaraan.
Sementara itu, pada H+1 Lebaran, pantauan volume kendaraan yang bergerak menuju Cikampek melalui Ruas Jalan Layang MBZ masih terus meningkat, PT JJC mencatat sebanyak 43,758 kendaraan atau meningkat sebesar 102,64% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 21.594 kendaraan.
Baca Juga
Adapun, selama periode H-10 hingga H+1 Idulfitri 1446 H/2025, PT JJC melaporkan terdapat 542.383 kendaraan yang telah meninggalkan Jakarta melalui Ruas Jalan Layang MBZ.
Angka tersebut meningkat sebesar 66,52% dari lalu lintas normal yang ada di level 325.718 kendaraan.
Seiring dengan meningkatnya volume lalin di Jalan Tol Layang MBZ, PT JJC mengimbau agar pengendara senantiasa memastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima. Selain itu, pengendara juga diminta untuk dapat patuh pada skema rekayasa lalu lintas yang tengah diberlakukan di lapangan.
"Pastikan pengemudi dan kendaraan dalam kondisi prima, memastikan kecukupan daya dan BBM. Bagi Pengguna Jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas bila diberlakukan rekayasa lalu lintas," pungkas Desti.