Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Airlangga Bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim, Bahas Tarif Trump?

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim usai adanya keputusan Presiden Donald Trump terkait dengan tarif resiprokal.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Malaysia, Jumat (4/4/2025).
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Malaysia, Jumat (4/4/2025).

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertolak ke Negeri Jiran untuk menemui Deputi Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, membahas perkembangan kebijakan tarif resiprokal dari Donald Trump.  

Kebijakan tersebut pasalnya menyasar negara-negara di Asean. Malaysia sendiri dibebankan tarif resiprokal sebesar 24%, sedangkan Indonesia mencapai 34%.  

Airlangga memilih untuk segera berkomunikasi dan mendatangi Malaysia, karena saat ini negara tetangga tersebut bertindak selaku Keketuaan Asean tahun 2025.  

“Malaysia selaku Keketuaan Asean 2025, menjadi sangat penting untuk mendorong penguatan kerjasama seluruh negara A dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk respons atas kebijakan tarif resiprokal AS,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Jumat (4/4/2025). 

Untuk itu, Indonesia dan Malaysia akan memanfaatkan Perjanjian Kerangka Kerja Perdagangan dan Investasi (Trade and Investment Framework Agreement/TIFA)  untuk mencari keuntungan dari perdagangan timbal balik dan mengupayakan berbagai perjanjian kerjasama dengan AS. 

“Perlu dilakukan sinkronisasi antar negara-negara Asean, karena dari 10 negara Asean, semua terkena dampak kebijakan tarif resiprokal AS, sehingga perlu secara kolektif membangun komunikasi dan engagement dengan Pemerintah AS,” lanjutnya.

Kedua negara mengakui bahwa kebijakan tarif dari Presiden AS Donald Trump menimbulkan tantangan yang besar terhadap dinamika perdagangan global. 

Dengan tetap menghormati kebijakan tersebut, Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia dan Malaysia percaya pada hubungan yang konstruktif dan saling menguntungkan. Keduanya berkomitmen untuk menjaga kepentingan ekonomi dengan tetap menjaga hubungan perdagangan yang kuat dengan AS. 

Selain membahas tarif resiprokal, Airlangga turut menemui PM Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim untuk mendiskusikan perkembangan dari berbagai kerjasama ekonomi Malaysia dengan Indonesia. 

Pada kesempatan itu pula, PM Anwar Ibrahim didampingi oleh Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri (MITI) Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Azis. 

Tengku Zafrul mengatakan bahwa pertemuan dengan Airlangga juga membahas strategi untuk penguatan ekonomi regional Asean. 

"Dalam lingkungan global yang penuh ketidakpastian, persatuan Asean bukan lagi pilihan, tetapi menjadi suatu keharusan. Mari kita perkuat ekonomi regional untuk kesejahteraan bersama," ujar Tengku Zafrul.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper