Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) melalui entitas anaknya yakni PT Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) mengumumkan telah mengoperasikan kembali ruas Jalan Tol Dalam Kota pada hari ini, Minggu (31/8/2025).
Dalam informasi yang dibagikan, Tol Dalam Kota dipastikan sudah beroperasi penuh dan dapat dilintasi dari kedua arah.
"Hari ini, Minggu, 31 Agustus 2025, Ruas Tol Dalam Kota [Cawang - Tomang - Pluit] telah beroperasi dan dapat dilintasi ke dua arahnya," jelas manajemen JSMR di akun Instagram resminya @official.jmmetropolitan, Minggu (31/8/2025).
Meski demikian, JSMR mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati. Pasalnya, dari tujuh gerbang tol yang terbakar, baru dua gerbang tol yang telah direkonstruksi dan dapat dilintasi pengendara.
Kedua gerbang tol tersebut yakni GT Senayan dan GT Semanggi 1.
"Tetap waspada, hati-hati selama berkendara dan ikuti arahan petugas di lapangan," jelas JSMR.
Baca Juga
Sebelumnya, Jasa Marga mengungkap terdapat tujuh fasilitas gerbang tol di Jalan Tol Dalam Kota yang menjadi target pembakaran massa tak dikenal di tengah aksi demonstrasi yang digelar di sekitar kompleks DPR/MPR RI pada Jumat (29/8/2025) malam.
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Widiyatmiko Nursejati sempat merilis kronologi pembakaran tujuh gerbang tol milik Jasa Marga tersebut.
Mulanya, JSMR telah mengambil langkah antisipasi sejak pukul 17.13 WIB atas diskresi Kepolisian melakukan pengalihan lalu lintas di seluruh pengguna jalan tol diarahkan untuk menjauhi Ruas Tol Dalam Kota.
Dalam rekayasa tersebut, seluruh pengguna jalan yang telah berada di Ruas Tol Dalam Kota pada sekitar pukul 17.00 WIB diarahkan untuk putar balik menjauhi Kawasan Semanggi dan Senayan.
Kemudian, pada pukul 21.15 WIB, massa yang sebelumnya melakukan pembakaran di luar jalan tol mulai masuk dan membakar Gerbang Tol Pejompongan. Hingga pukul 22.00 WIB, massa unjuk rasa masih memasuki area jalan tol sehingga pengalihan lalu lintas masih terus dilakukan.
"Berjalannya waktu, massa terus merangsek masuk ke jalan tol, imbasnya banyak fasilitas pelayanan jalan tol yang mengalami kerusakan," tambah Widiyatmiko.
Alhasil, total sebanyak tujuh gerbang tol dibakar massa, yaitu GT Slipi 1, GT Slipi 2, GT Pejompongan, GT Senayan, GT Semanggi 1, GT Semanggi 2, GT Kuningan 1.
Selain itu, fasilitas pelayanan jalan tol lain juga dirusak oleh massa yaitu lebih dari 20 unit water barrier, rubber cone, median concrete barrier (MCB), CCTV jalan tol dan sarana pendukung jalan tol lainnya.