Bisnis.com, JAKARTA- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya (Korlantas) mengimbau pemudik yang bergerak kembali ke arah Jabodetabek untuk menggunakan jalan alternatif selain jalan tol.
Sebagaimana diketahui, pemerintah memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 akan jatuh pada esok hari, Minggu (6/4/2025). Dirlantas Polda Metro Jaya menyebut situasi lalu lintas hari ini sudah mulai padat.
"Kami sampaikan kepada warga masyarakat, arus lalu lintas dari arah [tol] Cikampek menuju ke Halim atau dari arah Timur menuju ke Barat situasi lalu lintas saat ini cukup padat," ujar Kabag Ops Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Karosekali dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/4/2025).
Karosekali lalu memaparkan sejumlah rute alternatif yang bisa diambil pemudik yang bergerak ke arah Jabodetabek guna menghindari potensi macet di jalan tol.
Pemudik yang kembali dari kampung halaman dan menuju tempat tinggalnya di sekitar Jakarta Utara, Jakarta Barat, dapat menggunakan akses Cibitung Semper.
Kemudian, masyarakat yang bertempat tinggal di Depok, Cimanggis, kemudian Kota Wisata juga dapat menggunakan akses Tol Cibitung menuju ke Cimanggis.
"Hal ini untuk mengurangi terjadinya kepadatan lalu lintas ke arah Halim atau ke arah Semanggi," ujar Karosekali.
Adapun pemerintah menetapkan masa angkutan Lebaran 2025 pada 21 Maret hingga 11 April 2025. Puncak arus mudik terjadi 28 Maret lalu, sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi besok pada 6 April 2025.
Pemerintah menyatakan bakal memastikan kelancaran dan keselamatan arus balik Lebaran 2025. Persiapan sudah dilakukan termasuk menyediakan opsi Work From Anywhere (WFA) untuk ASN agar bisa mengurai kepadatan arus balik yang diprediksi memuncak esok hari, Minggu (6/4/2025).
"Kami akan mengelola arus balik semaksimal mungkin, seperti halnya arus mudik kemarin. Pelaksanaan arus mudik menjadi catatan dan pembelajaran dalam menyiapkan arus balik. Persiapan sarana dan prasarana tidak ada yang berubah. Kami juga tetap bersiap mengantisipasi penumpukan kendaraan pada waktu-waktu tertentu," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy di Jakarta, Jumat (4/4/2025), dikutip dari siaran pers.