Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator (Menko) bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mewanti-wanti dampak aksi demonstrasi yang terlalu destruktif dan berkepanjangan dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Dia menegaskan, demonstrasi yang belakangan terjadi dikhawatirkan akan menghambat laju investasi yang masuk ke dalam negeri. Pasalnya, pemerintah sendiri saat ini tengah gencar menjaring kerja sama investasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur.
"Sedikit banyak akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan dan juga confidence atau kepercayaan diri dari semua pihak termasuk ketika kita berharap menghadirkan investasi," jelasnya kepada awak media di Cikeas, Minggu (31/8/2025).
AHY menekankan, calon investor yang akan menanamkan modalnya tentu mempertimbangkan ekosistem dan stabilitas Indonesia. Hal itu dilakukan dalam rangka memastikan portofolio investasi berjalan baik.
Untuk itu, dia meminta kepada seluruh masyarakat dan stakeholder terkait untuk dapat bersatu padu menurunkan gejolak politik yang beberapa hari belakangan membuncah.
"Ini [dampak demonstrasi] akan terkait juga dengan infrastruktur. Salah satu upaya kita adalah menghadirkan investasi. Ekonomi bisa tumbuh jika salah satu elemen yang penting, yaitu investasi tadi bisa juga tumbuh," tambahnya.
Baca Juga
Sebagaimana diketahui, pemerintah memang tengah menjajakan sejumlah proyek infrastruktur untuk dapat dikerjasamakan dengan pihak swasta baik dalam maupun luar negeri.
Salah satunya, yakni proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall yang dicanangkan akan membentang di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura).
Sebelumnya, AHY menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa dalam mendatangkan investasi untuk membangun Giant Sea Wall.
"Kami ingin mendorong dan menyatukan langkah-langkah tersebut, karena ini adalah proyek besar, jangka panjang, melibatkan banyak stakeholders, termasuk juga kita butuh investasi, dan keterlibatan para pemimpin di daerah," kata AHY saat ditempuh di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Sementara pada tahap awal, AHY mengungkap pihaknya bersama dengan Badan Otorita Pantura akan segera merumuskan peta jalan atau roadmap pembangunan Giant Sea Wall.