Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Trump Umumkan Tarif Timbal Balik, Ekspor China Makin Terbebani

Kebijakan tarif yang diterapkan Donald Trump diprediksi berdampak signifikan ekspor perusahaan China ke AS yang sejak tahun lalu memikul beban berat.
Presiden AS Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, DC, AS, Senin, (24/2/2025). Bloomberg/Al Drago
Presiden AS Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, DC, AS, Senin, (24/2/2025). Bloomberg/Al Drago

Dampak ke China

Pembebasan tarif tersebut sebelumnya membantu memunculkan pasar daring oleh Shein dan Temu milik PDD Holdings Inc. yang mengirimkan barang langsung ke pembeli AS dari pabrik-pabrik China.

Tindakan AS ini dapat mendorong Beijing untuk menambah stimulus bagi ekonomi domestik guna mencoba mengimbangi kemungkinan terpukulnya permintaan. Ekonomi China sudah berjuang dengan kelebihan pasokan yang menekan harga. Masalah itu kemungkinan akan diperburuk oleh penurunan ekspor karena tarif.

Para ekonom memperkirakan bahwa bank sentral akan mengurangi jumlah uang tunai yang harus disimpan perbankan sebagai cadangan pada kuartal ini, yang akan memungkinkan mereka untuk meminjamkan lebih banyak uang kepada rumah tangga dan perusahaan. 

Konsumsi China telah menunjukkan tanda-tanda ketahanan pada inisiatif pemerintah untuk mensubsidi pembelian mobil dan peralatan rumah tangga. Namun, inflasi konsumen turun jauh lebih banyak dari yang diperkirakan awal tahun ini.

Sementara itu, ekspektasi untuk bisnis masa depan di industri manufaktur melemah untuk bulan kedua pada bulan Maret ke level terendah pada tahun 2025. 

Ketegangan antara Washington dan Beijing telah memburuk sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari. Presiden AS belum berbicara dengan mitranya dari China lebih dari dua bulan setelah pelantikannya. 

Selain itu, kedua negara juga terkunci dalam kebuntuan atas dugaan peran China dalam aliran fentanil ke Amerika, yang disebut Trump sebagai alasan tarif 20% yang dikenakan awal tahun ini.

Halaman
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper