Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pendekatan Tenang Meksiko Berbuah Perlakuan Istimewa Tarif Timbal Balik Trump

Meksiko menerima perlakuan istimewa dalam pengumuman tarif besar-besaran yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, DC, AS, Senin, (24/2/2025). Bloomberg/Al Drago
Presiden AS Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, DC, AS, Senin, (24/2/2025). Bloomberg/Al Drago

Bisnis.com, JAKARTA — Pendekatan "berkepala dingin" atau diskusi tenang yang diambil Meksiko dalam menghadapi serangan tarif dari Presiden AS Donald Trump terbukti membuahkan hasil.

Melansir Reuters, Jumat (4/4/2025) Meksiko menerima perlakuan istimewa dalam pengumuman tarif besar-besaran yang diumumkan minggu ini.

Selain perlakuan istimewa, Wakil Menteri Ekonomi Meksiko Luis Rosendo Gutierrez mengatakan diskusi tersebut juga mengarah pada hubungan kerja yang lebih erat dengan tim perdagangan AS.

Gutierrez menjelaskan dalam wawancara bahwa pejabat Meksiko dijadwalkan untuk bertemu dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, dan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, minggu depan untuk membahas tarif impor mobil, baja, dan aluminium AS, serta kondisi industri tersebut. 

Pertemuan ini juga akan membuka pembahasan mengenai Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA) yang telah berlaku hampir 5 tahun, yang menjadi dasar perdagangan di Amerika Utara.

“Instruksi Presiden Claudia Sheinbaum adalah untuk bekerja sama secara erat dan berkepala dingin dengan pemerintah Amerika Serikat untuk mencari perlakuan yang adil dan istimewa,” kata Gutierrez.

Meksiko, bersama dengan Kanada, sebagian besar terhindar dari tarif global dasar 10% yang baru diumumkan oleh Trump, serta tarif "timbal balik" yang lebih tinggi untuk banyak mitra dagang lainnya pada hari Rabu. 

Meksiko masih menghadapi tarif 25% terkait dengan fentanil, tetapi pengecualian untuk barang-barang yang memenuhi ketentuan USMCA telah diperpanjang tanpa batas waktu. Tarif tersebut diketahui akan turun menjadi 12% jika masalah fentanil dapat diselesaikan.

Selain itu, Meksiko masih menghadapi bea 25% untuk kendaraan dan suku cadang mobil yang tidak mengandung konten AS, serta bea 25% untuk impor baja.

Berbeda dengan Kanada, yang telah mengenakan tindakan balasan terhadap ekspor AS, Meksiko lebih memilih untuk terlibat dalam dialog yang lebih konstruktif dalam sengketa perdagangan ini.

“Tentu saja, kami berharap tarif ini dapat dikurangi. Namun, kami perlu bernegosiasi untuk memperbaiki kondisi ini, tidak hanya untuk Meksiko, tetapi juga untuk Amerika Serikat, dengan tujuan agar ekonomi kedua negara saling melengkapi,” ujar Gutierrez.

Pada pertemuan yang dijadwalkan minggu depan, Gutierrez menyatakan bahwa pejabat Meksiko akan mengemukakan surat-surat tambahan USMCA yang disetujui oleh pemerintahan pertama Trump yang memberikan kuota impor otomotif bebas bea yang besar kepada Meksiko dan Kanada 

Namun, pemerintahan Trump tidak menunjukkan adanya rencana untuk menghormati komitmen kuota tersebut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lukman Nur Hakim
Editor : Thomas Mola
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper