Bisnis.com, DENPASAR--PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus dorong para pengusaha di Bali berani menjadi eksportir untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir 2015.
Kepala Kanwil Bank Rakyat Indonesia (BRI) Denpasar, Widodo Januarso mengatakan pihaknya telah siap untuk memberikan pendampingan yang terkait dengan ekspor.
"Selain itu, kami juga memberikan fasilitas pendanaan kepada para pengusaha untuk mendorong mereka melakukan kegiatan yang nantinya menuju kesuksesannya," jelasnya di Denpasar, Kamis (7/5/2015).
Dia menambahkan bahwa pihaknya juga memberikan bantuan dana kepada semua segmen pengusaha, mulai dari usaha mikro, retail hingga korporasi.
"Selain itu, kami memberikan pelayanan yang semakin mudah setelah meluncurkan kemudahan transaksi secara online yang dinamakan e-payment. Semua mekanisme keuangan dengan suplier bisa lancar, apalagi dengan peluncuran satelit pada 2016 nanti," cetusnya.
Dia menyatakan, dengan e-payment dan satelit ini akan memberikan keuntungan pengusaha yang bergabung dengan BRI dalam bertransaksi secara online karena efisiensi transaksi secara online di seluruh kawasan dapat berjalan dengan lancar.
"2016 nanti kami sudah didukung dengan satelit yang tentunya dapat membantu untuk membangun ekonomi lebih maju, membantu ekonomi daerah pelosok lebih maju juga," imbuhnya.
Sementara itu untuk menyongsong MEA, BRI juga membantu pengusaha dalam urusan finansial dengan harapan dapat melahirkan eskportir handal yang memang dibesarkan bersama BRI dalam pembiayaan, lanjutnya.
BRI Dorong Pengusaha Berani Jadi Eksportir
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus dorong para pengusaha di Bali berani menjadi eksportir untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir 2015.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : Natalia Indah Kartikaningrum
Editor : Rustam Agus
Konten Premium
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru
36 menit yang lalu