Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Amazon Ajukan Penawaran untuk Beli TikTok di AS

Amazon.com Inc. mengajukan penawaran kepada pemerintah AS untuk membeli aplikasi video sosial TikTok.
Ilustrasi logo TikTok dan Bendera Amerika Serikat. REUTERS
Ilustrasi logo TikTok dan Bendera Amerika Serikat. REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Amazon.com Inc. mengajukan penawaran kepada Gedung Putih untuk membeli aplikasi video sosial TikTok dari pemiliknya yang berasal dari China, yakni ByteDance Ltd.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (3/4/2025), perwakilan Amazon mengirimkan proposalnya dalam sebuah surat kepada Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin upaya untuk membantu memfasilitasi penjualan operasi platform video di Amerika Serikat menjelang tenggat waktu akhir pekan ini, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick. 

"Namun, tawaran [Amazon] tersebut tidak dipertimbangkan secara serius oleh pemerintah AS," ujar sumber anonim yang mendiskusikan proses penjualan TikTok.

Amazon dan TikTok, menurut New York Times, juga menolak berkomentar. Bahkan, jika tawaran Amazon gagal mendapatkan daya tarik di dalam Gedung Putih, ketertarikan perusahaan ini dapat memaksa pelamar lain untuk membayar lebih banyak sehingga akan memeras lebih banyak uang dari saingan potensial.

Terlibat dalam negosiasi juga dapat memberikan Amazon visibilitas ke dalam kinerja keuangan TikTok, termasuk TikTok Shop, pesaing yang sedang naik daun untuk bisnis ritel online Amazon.

Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan bertemu dengan Vance dan pejabat tinggi pemerintahan lainnya pada Rabu sore (2/4/2025) untuk mempertimbangkan proposal divestasi operasi TikTok di Amerika Serikat dari perusahaan induknya di Cina, ByteDance Ltd.

"Pemerintah AS sedang mempertimbangkan rencana-rencana lain, termasuk rencana yang akan melibatkan Oracle Corp. dan Blackstone Inc. dan kemungkinan investor lain dalam sebuah perusahaan patungan," tulis laporan Bloomberg. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper