Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham-Saham di Bursa Vietnam Anjlok Terpukul Tarif Trump

Indeks VN anjlok 5,8% pada perdagangan hari ini usai AS menerapkan tarif 46% untuk produk dari Vietnam pada Kamis (3/4/2025).
Sebuah bendera Vietnam tergantung di sebuah dinding di sebuah pasar di Hanoi, Vietnam, pada hari Selasa, 14 Mei 2024. Fotografer: Linh Pham / Bloomberg
Sebuah bendera Vietnam tergantung di sebuah dinding di sebuah pasar di Hanoi, Vietnam, pada hari Selasa, 14 Mei 2024. Fotografer: Linh Pham / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Vietnam melemah dalam dua hari terakhir menuju level terendah sejak Januari 2024 seiring dengan pengenaan tarif AS oleh Donald Trump.

Dilansir Bloomberg, Jumat (4/4/2025), indeks VN anjlok 5,8% pada perdagangan hari ini, dengan penurunan terbesar di antaranya pada saham Bank for Foreign Trade of Vietnam dan Bank for Investment and Development of Vietnam. Indeks saham tersebut sebelumnya merosot 7% pada Kamis setelah Vietnam dipukul dengan tarif 46%, salah satu yang tertinggi di Kawasan Asean.

"Harga-harga saham berada dalam tekanan, baik dari aktivitas margin call dari broker lokal maupun sentiment kepanikan dari investor ritel," ujar Nguyen Anh Duc, Kepala Perdagangan Institusi dan Penasehat Investasi di SBB Securities Corp.

Menurutnya, para investor saham menghadapi kerugian besar dalam waktu pendek dan beberapa di antaranya memilih keluar dari pasar saham untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Sebagai informasi, Vietnam merupakan produsen utama pakaian dan alas kaki, menjadikannya salah satu negara yang paling bergantung pada perdagangan di dunia.

Penerapan tarif oleh AS itu dilakukan pada saat Vietnam gencar promosi kepada perusahaan multinasional sebagai alternatif China dalam pembuatan segala hal mulai dari gadget hingga semikonduktor dasar.

AS adalah pasar ekspor terbesar Vietnam dan pungutan tersebut dapat menghambat tujuan ambisius Vietnam untuk meningkatkan pertumbuhan hingga setidaknya 8% pada tahun ini.

Saham garmen dan tekstil memperpanjang kerugian, dengan Thanh Cong Textile Garment Investment Trading, Song Hong Garment Joint Stock Company, dan Sao Ta Foods turun hingga batas harian 7%.

Arus keluar juga memberikan tekanan setelah manajer investasi global menjual saham Vietnam selama delapan minggu berturut-turut, sehingga penarikan sejauh ini tahun ini menjadi sekitar $1,2 miliar, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan. Mereka menjual saham lokal senilai $142 juta pada hari Kamis, yang merupakan jumlah terbesar sejak 29 Oktober.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper