Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sosok Pemilik Lulu Hypermarket yang Dikabarkan Tutup

PT Lulu Group Retail atau yang dikenal dengan nama Lulu Hypermarket dikabarkan bakal tutup permanen. Lantas, siapakah sosok pemilik Lulu Hypermarket?
Lulu Hypermart, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (2/4/2025). / BISNIS - Ni Luh Anggela
Lulu Hypermart, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (2/4/2025). / BISNIS - Ni Luh Anggela

Bisnis.com, JAKARTA - PT Lulu Group Retail atau yang dikenal dengan nama Lulu Hypermarket akhir-akhir ini ramai diperbincangkan lantaran stok produk yang kosong melompong hingga dikabarkan bakal tutup permanen.

Kabar tutupnya Lulu Hypermarket itu menjadi alarm bagi bisnis ritel modern yang menjadi salah satu sektor yang paling rentan sejak pandemi Covid-19. Beberapa merek ritel modern pun tercatat melakukan berbagai langkah efisiensi.

Bahkan setelah pandemi selesai, ritel kembali diuji dengan penurunan daya beli masyarakat lantaran beberapa kebijakan pemerintah hingga adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

Namun, siapa sangka, ternyata pemilik jaringan ritel Lulu Group itu ternyata merupakan sosok konglomerat asal India, yakni Yusuff Ali.

Mengacu data Forbes Real Time Billionaires pada Jumat (4/4/2025), Yusuff Ali tercatat memiliki harta kekayaan senilai US$5,4 miliar atau sekitar Rp89,45 triliun (kurs jisdor Rp16.566 per dolar AS).

Dengan harta kekayaannya tersebut, Yusuff Ali menduduki peringkat orang terkaya ke-39 di India, serta ke 639 di dunia per 2025.

Yusuff berasal dari sebuah desa di negara bagian Kerala di India selatan, kemudian dia merantau ke Abu Dhabi pada tahun 1973 untuk bergabung dengan bisnis distribusi kecil milik pamannya.

Adapun, Yusuff Ali membuka LuLu Hypermarket pertamanya pada tahun 1990-an di puncak Perang Teluk. Tak hanya di Uni Emirat Arab (UEA), dia memperluas jaringan ritel Lulu Group ke negara-negara Timur Tengah, Mesir, India, Indonesia dan Malaysia.

Kini, Yusuff yang dijuluki sebagai 'Raja ritel Timur Tengah' itu memimpin LuLu Retail dengan pendapatan sebesar US$7,3 miliar, dengan 240 jaringan hypermarket dan mal di negara Teluk dan wilayah lainnya.

Pada 2024, Yusuff Ali mendaftarkan bisnis ritelnya di bursa saham Abu Dhabi dan mengumpulkan dana initial public offering (IPO) sebesar US$1,7 miliar.

Sebagai tambahan informasi, Yusuff Ali juga memiliki saham minoritas di Bandara Internasional Cochin dan duduk di jajaran direksinya. Selain itu, aset lainnya termasuk Waldorf Astoria di Skotlandia dan Great Scotland Yard Hotel, bekas markas besar Kepolisian Metropolitan Inggris.

Dikabarkan Tutup

PT Lulu Group Retail atau yang dikenal dengan nama Lulu Hypermarket akhir-akhir ini ramai diperbincangkan lantaran stok produk yang kosong melompong hingga dikabarkan bakal tutup permanen.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, Rabu (2/4/2025), di Lulu Hypermarket Cakung, Jakarta Timur tampak sepi. Di parkiran, hanya ada beberapa kendaraan roda empat dan roda dua yang bisa dihitung dengan jari. Kondisi tidak jauh berbeda ketika tiba di lobi.

Terlihat hanya ada keranjang belanjaan yang didominasi warna hijau yang tampak berderet di dekat pintu masuk. Hanya ada satu orang satpam yang tampak mondar-mandir.

Bisnis.com kemudian mencoba masuk ke dalam. Di lantai 1, kondisi kasir yang sepi langsung menarik perhatian. Dari total 17 kasir yang ada, hanya 1 kasir yang masih melayani pembeli, tepatnya di kasir nomor 11.

Masuk lebih dalam, Bisnis.com menjumpai sejumlah barang yang berdebu bahkan tak beraturan letaknya. Tidak banyak pengunjung yang datang ke sana.

Lulu Hypermart di Cakung, Jakarta Timur dikabarkan akan tutup permanen. Informasi itu diterima Bisnis ketika berbincang dengan salah satu pengunjung di sana.

Sri, bukan nama sebenarnya, mengatakan, informasi tutupnya Lulu Hypermart sudah beredar jauh sebelum hari raya Lebaran 2025.

“Sebelum Lebaran sudah ada pengumuman mau tutup, sekarang [Lulu Hypermart] lagi habisin barang,” kata Sri kepada Bisnis, Rabu (2/4/2025).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper