Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bursa Eropa Lanjutkan Pelemahan usai Pengenaan Tarif Trump, Rekor Terburuk sejak 2022

Indeks Euro Stoxx 50 yang berisi saham-saham blue chip merosot 2,6% pada perdagangan hari ini pukul 10.55 am waktu London.
Data perdagangan di papan digital di bursa saham Euronext NV di distrik bisnis La Defense di Paris, Prancis/Bloomberg-Nathan Laine
Data perdagangan di papan digital di bursa saham Euronext NV di distrik bisnis La Defense di Paris, Prancis/Bloomberg-Nathan Laine

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Eropa kembali ke zona merah dengan pelemahan terburuk dalam 3 tahun terakhir akibat bayang-bayang pemburukan pertumbuhan ekonomi imbas pengenaan tarif oleh Presiden AS Donald Trump.

Dilansir Bloomberg pada Jumat (4/4/2025), indeks Euro Stoxx 50 yang berisi saham-saham blue chip merosot 2,6% pada perdagangan hari ini pukul 10.55 am waktu London. Sementara, Stoxx Europe 600 turun 2,5%, menuju pelemahan mingguan sebesar 5%.

Saham emiten bank dan tambang menjadi beban utama pelemahan indeks. Indeks Perbankan Stoxx 600 melemah 7,5%, paling rendah sejak Maret 2022.

"Tarif baru Trump terhadap Uni Eropa memicu kekhawatiran global," kata Ulrich Urbahn, kepala strategi dan penelitian multi-aset di Berenberg, seraya menambahkan bahwa banyak strategi sistematis yang cukup lama memegang saham Eropa, sehingga meningkatkan peluang penjualan lebih lanjut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis lalu bahwa dia terbuka untuk mengurangi tarifnya jika negara lain mampu menawarkan sesuatu yang dinilai fenomenal.

Para investor pun akan mengalihkan fokus mereka ke laporan upah bulanan AS dan pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari ini sebagai tanda-tanda ketahanan ekonomi AS dan bahwa para pembuat kebijakan mampu memangkas suku bunga lebih lanjut jika diperlukan.

Pertumbuhan lapangan kerja di AS kemungkinan melambat menjadi 140.000 bulan lalu, dari 151.000 pada Februari 2025, menurut para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.

Di antara penggerak saham, Gerresheimer AG turun sebanyak 15% setelah Bloomberg News melaporkan KKR & Co. telah meninggalkan konsorsium ekuitas swasta yang membahas pengambilalihan produsen kemasan obat dan kosmetik Jerman tersebut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper