Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan dapat menjangkau 4,8 juta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 29 Mei 2025.
Angka ini akan melampaui target Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar penerima manfaat MBG mampu mencapai 4 juta orang pada akhir Mei 2025.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan hingga hari ini, Rabu (21/5/2025), program MBG telah menjangkau 3,97 juta penerima manfaat dengan 1.397 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia di 38 provinsi.
Dadan mengungkapkan, angka penerima manfaat MBG ini akan terus bertambah dengan meningkatnya jumlah SPPG sekitar 294 unit dengan estimasi tambahan penerima manfaat mencapai 882.000 pada pekan depan.
Alhasil, BGN menargetkan akan ada sekitar 1.691 SPPG dan bakal melayani 4,8 juta penerima manfaat MBG pada 29 Mei 2025.
“Jadi target Pak Presiden [Prabowo Subianto] menginginkan akhir bulan [Mei 2025] 4 juta [penerima manfaat MBG], insyaallah kita akan lampaui menjadi 4,8 juta [penerima manfaat MBG],” kata Dadan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX di Kompleks Senayan, DPR, Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Baca Juga
Diberitakan Bisnis sebelumnya, dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI: Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025), Dadan mengatakan, BGN akan mempercepat 32.000 SPPG untuk melayani 82,9 juta penerima manfaat MBG pada November 2025 mendatang.
“Dan sesuai dengan target Pak Presiden, mudah-mudahan tercapai, Pak. Doakan kerja kita tetap cepat, 32.000 [SPPG] melayani 82,9 juta [penerima manfaat MBG] itu di bulan November akhir,” kata Dadan.
Dadan menyebut target 82,9 juta penerima manfaat MBG itu nantinya akan menyedot anggaran hingga Rp25 triliun per bulan atau setara dengan Rp1 triliun per hari.
Bahkan, Dadan juga menyebut anggaran yang diserap BGN setara dengan anggaran di kementerian lain dengan estimasi satu tahun.
“Insyaallah nanti Agustus ini akan mencapai 7.000 SPPG dan saat itulah kita sudah akan menyerap anggaran kurang lebih Rp7 triliun per bulan. Sekarang ini kita baru menyerap Rp1,1 triliun, itu sudah lebih besar dibandingkan anggaran salah satu kementerian satu bulan,” terangnya.
Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa Presiden Prabowo mengungkap program MBG merupakan langkah strategis Indonesia, sekaligus investasi besar terhadap sumber daya manusia (SDM) masa depan Indonesia.
“Karena Indonesia masih tumbuh enam orang per menit sampai sekarang, 3 juta per tahun dan akan masih tumbuh mencapai 324 juta di tahun 2045,” pungkasnya.