Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah mengeluarkan tiga kebijakan ekonomi dalam waktu satu bulan mulai dari aturan devisa hasil ekspor SDA, Danantara, hingga Bank Emas.
Kebijakan-kebijakan ini, menurut Prabowo, meluncur secara berkala pada Februari 2025 sebagai langkah penting menuju kemandirian ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang kuat dan makmur.
Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan bahwa pada minggu kedua Februari, pemerintah memperbarui aturan terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2023 dan diperbarui dalam PP Nomor 8 Tahun 2025.
Aturan ini, kata Prabowo, untuk mengoptimalkan pemanfaatan SDA yang ditujukan untuk memastikan devisa tetap berada di Indonesia, ditukarkan ke rupiah, dan digunakan di dalam negeri, sehingga tetap optimal memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.
“Hal ini sudah dilakukan oleh banyak negara cukup lama dengan langkah ini yang mulai berlaku Maret tanggal 1 maka devisa hasil ekspor kita diperkirakan akan tambah sebanyak US$80 miliar pada 2025 karena kita mulai 1 Maret,” katanya dalam peluncuran layanan Bank Emas di Gade Tower, Rabu (26/2/2025).
Tak lama berselang, Kepala Negara mengatakan bahwa pemerintah juga mengumumkan peluncuran Dana Investasi Danantara Indonesia pada 24 Februari 2025.
Baca Juga
Dana ini, Prabowo melanjutkan akan mengelola aset lebih dari US$900 miliar, diharapkan dapat mempercepat pembangunan industri Indonesia dan memberikan nilai tambah yang signifikan pada sektor-sektor ekonomi.
"Nilai tambah yang bisa diperoleh dari semua sumber daya alam dan produksi kita bisa meningkat belasan kali, puluhan kali, bahkan ratusan kali," imbuhnya.
Dengan adanya Dana Investasi Danantara Indonesia, Prabowo menegaskan pentingnya pengelolaan kekayaan negara dengan lebih cerdas, transparan, dan bebas dari korupsi.
"Kekayaan kita adalah milik anak cucu kita, dan kami akan menjaga serta mengelolanya dengan sebaik-baiknya," tambahnya.
Lalu, kebijakan ketiga yang diungkapkan oleh Prabowo adalah pembentukan Bank Emas pertama di Indonesia. Mengingat, negara memiliki cadangan emas keenam terbesar di dunia.
Presiden Ke-8 RI itu menjelaskan bahwa produksi emas Indonesia telah meningkat dari 100 ton per tahun menjadi 160 ton per tahun. Dengan pembentukan Bank Emas, diharapkan dapat mempercepat tabungan emas masyarakat, meningkatkan cadangan emas nasional, serta memperluas devisa negara.
"Kebijakan ini diperkirakan dapat menambah PDB Indonesia hingga Rp245 triliun dan membuka 1,8 juta lapangan kerja baru," ucapnya.
Prabowo percaya bahwa dengan pengolahan emas yang dilakukan di dalam negeri, Indonesia dapat menghemat devisa negara dan mengendalikan stabilitas moneter dengan lebih baik.
"Dengan mekanisme likuidasi emas melalui bank emas, kita juga dapat memperkuat ekonomi domestik," pungkas Prabowo.