Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Respons Para Pemimpin Dunia Tanggapi Kebijakan Tarif Trump

Para pemimpin negara langsung merespons kebijakan tarif timbal balik AS yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat.
Presiden AS Donald Trump menunjukkan perintah eksekutif yang telah ditandatangani saat pengumuman tarif di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, DC, AS, pada hari Rabu (2/4/2025). Trump memberlakukan tarif pada mitra dagang AS di seluruh dunia, serangan terbesarnya terhadap sistem ekonomi global yang telah lama dianggapnya tidak adil. Fotografer: Jim Lo Scalo / EPA / Bloomberg
Presiden AS Donald Trump menunjukkan perintah eksekutif yang telah ditandatangani saat pengumuman tarif di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, DC, AS, pada hari Rabu (2/4/2025). Trump memberlakukan tarif pada mitra dagang AS di seluruh dunia, serangan terbesarnya terhadap sistem ekonomi global yang telah lama dianggapnya tidak adil. Fotografer: Jim Lo Scalo / EPA / Bloomberg

5. Afrika Selatan

Istana Kepresidenan Afrika Selatan menyatakan pengumuman tarif perdagangan oleh Presiden Trump menegaskan urgensi untuk menegosiasikan perjanjian perdagangan bilateral baru yang saling menguntungkan dengan AS.

"Meskipun Afrika Selatan tetap berkomitmen pada hubungan perdagangan yang saling menguntungkan dengan Amerika Serikat, tarif yang diberlakukan secara sepihak dan menghukum merupakan masalah dan menjadi penghalang bagi perdagangan dan kemakmuran bersama," kata dalam pernyataan resmi pemerintah Afrika Selatan, seperti dikutip dari Bloomberg.

Trump sendiri menetapkan pungutan bea masuk sebesar 30% atas barang-barang diimpor dari Afrika Selatan.

6. Inggris 

Inggris masih menahan diri untuk tidak melakukan tarif balasan ke produk impor asal AS. Inggris menyatakan akan terus mengupayakan kesepakatan perdagangan dengan AS meski Presiden Trump mengenakan tarif 10% ke produk impor dari negara tersebut.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah melakukan panggilan telepon rutin dengan Trump dan menekankan hubungan dekat kedua negara selama beberapa dekade terakhir.

Memang, tarif 10% terhadap Inggris adalah tingkat minimum yang ditetapkan Trump. Meskipun demikian, tarif tambahan tersebut masih menjadi ancaman bagi sektor-sektor utama Inggris termasuk mobil dan farmasi, sementara industri baja terpukul oleh tarif yang sudah diumumkan terlebih dahulu oleh Trump. 

Menteri Perdagangan Jonathan Reynolds menggambarkan langkah Trump sebagai "momen yang sangat besar." Menurutnya, ekonomi Inggris akan merasakan dampak lanjutan dari tarif tambahan antara negara lain.

"Penting bahwa tidak ada seorang pun yang berada dalam posisi yang lebih baik daripada Inggris. Saya tidak berpikir ada argumen untuk penerapan hambatan apa pun," ujar Reynolds dikutip dari Bloomberg.

7. Korea Selatan 

Trump mengumumkan tarif sebesar 26% terhadap barang-barang impor asal Korea Selatan. Pemerintahan sementara Korea Selatan belum akan melakukan pertemuan darurat untuk membahas topik tersebut.

Pemimpin sementara Korea Selatan Han Duck-soo mengatakan bahwa pemerintah bermaksud untuk mengirim menteri perdagangannya ke AS untuk berunding sesegera mungkin.

"Tarif terbaru AS dapat menjadi titik balik yang membentuk kembali tatanan ekonomi global," kata Han seperti dikutip dari Bloomberg.

Dia menambahkan bahwa kebijakan tarif tersebut dapat memberikan "beban yang signifikan" pada ekonomi negara-negara yang didorong oleh ekspor.

8. Jepang

Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengaku kecewa dnegan pengumuman tarif terbaru oleh Trump. Dia pun berjanji mendukung industri dalam negeri, setelah AS mengumumkan pungutan sebesar 24% kepada barang-barang impor asal Jepang.

Apalagi, sebelumnya Trump sudah mengumumkan tarif sebesar 25% semua impor mobil. Ishiba pun menyatakan akan terus berupaya melakukan negosiasi ke pemerintah AS.

"Jika memang pantas untuk melakukannya, saya tidak akan ragu untuk berbicara langsung dengan Presiden Trump," tegas Ishiba seperti dilansir dari Bloomberg.

9. China

Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pernyataan menyebut, langkah AS tersebut mengabaikan keseimbangan kepentingan yang dicapai dalam negosiasi perdagangan multilateral selama bertahun-tahun dan fakta bahwa China telah lama memperoleh manfaat besar dari perdagangan internasional.

"China dengan tegas menentang hal ini dan akan mengambil tindakan balasan untuk melindungi hak dan kepentingannya sendiri," kata kementerian tersebut, dikutip dari Reuters.

Trump mengumumkan bahwa China akan dikenakan tarif sebesar 34%, di atas tarif 20% yang sebelumnya dikenakannya awal tahun ini, sehingga total pungutan baru menjadi 54% dan mendekati angka 60% yang diancamnya saat berkampanye.

10. Indonesia 

Sebelumnya, pemerintah Indonesia berencana memberikan tanggapan atas pengumuman tarif sebesar 32% asal RI ke AS pada Kamis 3 April 2025 pukul 10.45 WIB secara daring.

Perinciannya, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, dan Menteri Perdagangan Budi Santoso dijadwalkan bakal memberikan tanggapannya pada hari ini.

Di samping itu, Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita akan turut serta memberikan responnya pada agenda tersebut.

Kendati demikian, tidak lama berselang pemerintah membatalkan rencana konferensi pers daring hari ini. 

Pemerintah mengungkapkan masih kebijakan tarif AS sangat teknis dengan beragam komoditas sehingga masih memerlukan pembahasan secara komprehensif di tataran kementerian dan lembaga terkait. 

"Menimbang hal tersebut, kami sampaikan bahwa press conference ditunda hingga pemberitahuan selanjutnya," tulis keterangan yang diterima Bisnis, dikutip Kamis (3/4/2025).

Sementara itu, Juru Bicara Dewan Ekonomi Nasional Jodi Mahardi meminta setiap pihak bersabar. Menurutnya, pemerintah sedang menyiapkan keterangan resmi.

"Nanti dari Kemenko Perekonomian akan mengeluarkan rilis. Mohon ditunggu ya," ujar Jodi saat dihubungi Bisnis, Kamis (3/4/2025).

Halaman
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper