Bisnis.com, JAKARTA — Senator AS dari Partai Republik Chuck Grassley memperkenalkan sebuah RUU pada hari Kamis yang mewajibkan persetujuan Kongres untuk tarif baru, sehari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal untuk berbagai macam barang impor.
Grassley, yang berasal dari negara bagian Iowa dan sangat bergantung pada perdagangan pertanian global, bergabung dengan Senator Demokrat Maria Cantwell dari Washington untuk Undang-Undang Peninjauan Perdagangan 2025, yang akan mengharuskan Kongres untuk menyetujui tarif baru dalam waktu 60 hari setelah pemberlakuannya, atau secara otomatis memblokir pemberlakuannya.
Melansir dari Reuters, Jumat (4/4/2025), langkah tersebut menjadi tanda adanya perbedaan pendapat di antara anggota Partai Republik karena langkah agresif Trump menguatkan kekhawatiran resesi dan memicu hari terburuk Wall Street sejak 2022.
Langkah Grassley ini juga menyusul empat anggota Senat Republik lainnya memberikan suara untuk langkah yang akan mencabut tarif Trump atas barang-barang Kanada.
Baik RUU Grassley maupun RUU yang lolos di Senat pada hari Rabu dipandang tidak akan menjadi undang-undang, sementara Partai Republik yang dipimpin Trump memegang mayoritas di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di mana banyak anggotanya yang menyuarakan dukungan untuk langkah Trump.
Trump, yang telah lama mengadvokasi tarif, mengatakan bahwa hambatan perdagangan AS tertinggi dalam lebih dari satu abad ini akan meningkatkan pendapatan federal dan mendorong manufaktur kembali ke AS.
Baca Juga
Grassley, anggota Senat AS yang paling lama menjabat, tidak secara langsung mengkritik Trump dalam memperkenalkan rancangan undang-undangnya.
Dirinya telah mengusulkan pendekatan perdagangan yang serupa selama pemerintahan pertama Trump, dengan mengutip Konstitusi AS yang menetapkan otoritas kongres atas masalah perdagangan, tetapi seiring waktu badan legislatif telah menyerahkan kekuasaan ini kepada cabang eksekutif.
Namun, beberapa anggota Partai Republik telah mengindikasikan kegelisahan dengan beberapa bagian dari rencana tarif Trump.
“Saya mengharapkan tarif yang lebih bertarget untuk memenuhi kebutuhan negara-negara yang mengambil keuntungan dari kita, dan mungkin pendekatan yang lebih sederhana dalam hal jumlah,” kata Senator Republik Jerry Moran kepada wartawan.
Dia juga menyatakan keprihatinannya bahwa tarif yang diberlakukan terhadap sekutu AS di Asia Tenggara serupa dengan tarif yang diberlakukan terhadap China, yang disebutnya sebagai negara yang merusak ekonomi AS.
Sementara itu, Senator Partai Republik James Lankford mengatakan bahwa dirinya terkejut dengan tarif 17% untuk Israel dan berharap Perwakilan Dagang AS dapat menjelaskan mengapa tingkat tarif untuk Israel berbeda dengan negara lain.
Senator Partai Republik Susan Collins, Lisa Murkowski, Rand Paul, dan Mitch McConnell— mantan pemimpin Partai Republik di majelis tersebut—memberikan suara pada hari Rabu untuk meloloskan resolusi ketidaksetujuan Senator Partai Demokrat Tim Kaine atas pendekatan perdagangan Trump terhadap Kanada.
“Tarif menaikkan harga barang dan jasa. Tarif-tarif tersebut merupakan pajak bagi para pekerja Amerika yang bekerja sehari-hari,” ujar McConnell dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.
Sekitar setengah dari orang Amerika, dan satu dari lima anggota Partai Republik, percaya bahwa kenaikan tarif impor akan lebih banyak merugikan daripada menguntungkan, demikian hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang diselesaikan pada hari Rabu.
Kritikus Partai Republik di Kongres terhadap langkah tarif Trump tetap menjadi minoritas yang berbeda. Memang, DPR pada awal bulan ini meloloskan sebuah langkah yang dimaksudkan untuk melucuti kekuasaan Kongres untuk menentang tarif baru yang diberlakukan oleh presiden.
Adapun Senator John Barrasso, orang nomor dua dari Partai Republik, menyampaikan bahwa Presiden Donald Trump telah berbicara tentang perdagangan yang tidak adil terhadap Amerika Serikat selama 40 tahun, jadi tak heran Trump sangat konsisten dalam hal ini.
“Dalam jangka panjang, saya pikir ini sangat penting bagi negara ini, membawa pekerjaan dan manufaktur kembali ke Amerika, dengan fokus pada ekonomi kita,” ujar Barrasso.
Rekan sponsor Grassley dari Partai Demokrat, Cantwell, mengatakan bahwa tarif Trump berisiko menimbulkan kerusakan jangka panjang pada ekonomi AS akibat perang dagang dan membuat produk AS tidak laku.
“Kita tidak bisa memiliki kebijakan sewenang-wenang yang menciptakan kekacauan dan ketidakpastian,” tuturnya.
Sebagai informasi, Trump resmi menetapkan tarif minimum sebesar 10% untuk seluruh mitra dagang AS, tak terkecuali negara dalam kategori miskin atau least developed countries (LDCs). Sementara itu, negara-negara yang dianggap menerapkan hambatan perdagangan tinggi bagi produk-produk AS akan menjadi sasaran tarif yang lebih besar.