Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

H+5 Lebaran, Pantura Cirebon Macet Imbas One Way di Tol Trans Jawa

Jalur pantura Cirebon, Jawa Barat mengalami kemacetan panjang hingga 5 kilometer pada Sabtu (5/4/2025) siang.
Pantauan arus lalu lintas di jalur pantura Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu (5/4/2025) siang atau H+5 Lebaran/Bisnis-Hakim Baihaqi
Pantauan arus lalu lintas di jalur pantura Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu (5/4/2025) siang atau H+5 Lebaran/Bisnis-Hakim Baihaqi

Bisnis.com, CIREBON - Arus lalu lintas di jalur pantura Cirebon, Jawa Barat mengalami kemacetan panjang hingga 5 kilometer pada Sabtu (5/4/2025) siang atau H+5 Lebaran

Kemacetan ini dipicu oleh penerapan sistem one way dari KM 144 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 72 Tol Cikopo yang menyebabkan volume kendaraan di jalur arteri pantura meningkat drastis.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan antrean kendaraan pribadi mengular sejak pagi hari, terutama di wilayah Weru hingga Kedawung, Kabupaten Cirebon. Banyak pemudik terpaksa menghentikan laju kendaraannya hingga beberapa menit tanpa bergerak.

Di tengah panas menyengat yang menyentuh lebih dari 34 derajat celsius, para pemudik memilih turun dari kendaraan untuk beristirahat sejenak di pinggir jalan. Beberapa di antaranya sempat berbincang dengan Bisnis, mengungkapkan keluh kesah selama perjalanan mudik kali ini.

Ditemui saat beristirahat di pinggir jalan depan SPBU Weru, Herman (39), seorang pemudik asal Bekasi yang hendak menuju Brebes, mengaku frustrasi. Ia sudah terjebak dalam kemacetan sejak pukul 10.00 pagi.

“Biasanya dari Indramayu ke Cirebon cuma 1 jam setengah, ini sudah hampir 3 jam belum juga masuk kota,” ujar Herman, yang mudik bersama istri dan dua anaknya menggunakan mobil pribadi, Sabtu (5/3/2025).

"Anak saya sampai rewel karena kepanasan dan bosan. Mau keluar tol enggak bisa, mau muter balik juga bingung jalurnya," imbuhnya.

Menurut Herman, ia semula ingin melewati jalur tol seperti tahun sebelumnya. Namun, petugas di Tol Cipali mengalihkan arus ke jalur arteri karena penerapan one way.

“Capek fisik dan mental”

Kondisi serupa juga dialami oleh Retno (31), pemudik asal Tangerang Selatan yang hendak pulang ke kampung halaman di Blora, Jawa Tengah. 

Ia memilih jalur darat karena membawa banyak oleh-oleh untuk keluarganya. Namun, perjalanan yang seharusnya menyenangkan berubah jadi pengalaman melelahkan.

“Saya berangkat jam 5 pagi, sekarang udah lewat zuhur baru sampai Cirebon. Badan pegal karena nyetir terus juga capek ngadepin macet kayak gini,” katanya sambil mengusap keringat.

Arus balik Lebaran 2025 yang terus meningkat mendorong pihak berwenang memberlakukan sistem satu arah atau one way dari Gerbang Tol Kalikangkung KM 414 hingga KM 72 Tol Cikopo. 

Kebijakan ini mulai diterapkan sejak Jumat malam, 4 April 2025, dan masih berlanjut hingga Sabtu ini. Tujuannya adalah untuk mengurai kemacetan yang mengular akibat lonjakan volume kendaraan dari arah timur menuju barat.

Penerapan one way dilakukan secara situasional, mengikuti kondisi lapangan dan hasil evaluasi dari petugas di lapangan. Jika arus kendaraan masih tinggi, kebijakan ini bisa diperpanjang lebih lama dari yang direncanakan. Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau untuk memperbarui informasi secara berkala.

Selain mengurangi kemacetan, sistem ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Pengaturan arus lalu lintas secara terfokus di satu arah dinilai lebih efektif dalam mengendalikan potensi kecelakaan akibat kepadatan dan kelelahan pengemudi.

Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan di jalur tol selama masa arus balik diminta untuk merencanakan perjalanan dengan cermat. 

Pengendara disarankan menggunakan aplikasi navigasi dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan arus balik dapat berjalan lancar dan aman hingga puncaknya usai.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper